Friday, August 18, 2017

Arti Tetap (Standing Meaning) vs Arti Sesaat (Occasion Meaning)

Kelanjutan dari cuplikan disertasi sebelumnya "permasalahan pengertian arti literal"



(Kusmanto, Joko. 2014. Konsep-konsep Teoretis Tuturan Metaforis dalam Semantik, Pragmatik, dan Linguistik Kognitif: Kajian Metalingual Lokus Makna dan Kebermaknaan Tuturan Metaforis dalam Linguistik Teoretis. Disertasi tidak dipublikasikan. Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret.)


Fleksibilitas semantik sebagaimana ditunjukkan oleh kalimat dalam (7) dan (8) memperlihatkan bahwa terdapat dua nosi yang berkaitan dengan pengertian istilah “arti”. Nosi pertama adalah arti yang bersifat tetap dan murni bebas konteks dan nosi kedua adalah arti yang bersifat sesaat sesuai dengan konteks lingualnya. Perlu ditegaskan bahwa pengertian konteks di sini dibatasi hanya pada konteks lingual untuk tetap dapat sejalan dengan prinsip komposisionalitas dan prinsip kemurnian semantik. Berdasarkan permasalahan arti literal, prinsip komposisionalitas perlu dimodifikasi menjadi (9).

(9)    Arti ekspresi kompleks e dalam suatu bahasa L ditentukan oleh struktur e dalam L dan arti konstituen e dalam L secara kolektif.

Dengan demikian, arti sebuah ekspresi kompleks tidak semata-mata ditentukan oleh arti konstituennya secara individual saja sebagaimana disebutkan dalam pembahasan prinsip komposisionalitas pada bagian C.1.a. (hal.95).
Sementara itu, modifikasi yang disumbangkan untuk prinsip kemurnian semantik adalah bahwa pengertian bebas konteks dalam prinsip kemurnian semantik tidak bersifat absolut meskipun juga tidak diperluas meliputi maksud penutur (speaker meaning). Dengan kata lain, konteks tersebut merupakan konteks minimal sebagaimana satuan lingual indeksikal. Konteks tersebut bersifat mandatori agar satuan lingual yang dimaksud dapat dievaluasi kebenarannya. Meaning dalam pengertian prinsip komposisionalitas (9) dan prinsip kemurnian semantik seperti ini merupakan kajian meaning yang seharusnya menjadi prinsip kajian meaning dalam teori SM. Sementara itu, SM saat ini hanya mengakomodasi konteks untuk satuan lingual indeksikal yang menurut mereka bersifat mandatori dalam menentukan truth-condition kalimat.
Dua nosi arti, yaitu “arti tetap” dan “arti sesaat”, dikenalkan oleh Quine (1960:36) dengan istilah standing sentence dan occasion sentence. Menurut Quine, standing sentence adalah kalimat yang artinya dapat digunakan secara berulang-ulang kapan saja tanpa dipengaruhi oleh situasi. Sementara itu, occasion sentence adalah kalimat yang artinya dipengaruhi oleh konteks. Pada tataran yang lebih kecil, Recanati (2010:33) menjelaskan bahwa “arti tetap” adalah “the meaning which the word (type) has in isolation, in virtue of the occasion of the language”, sedangkan “arti sesaat” adalah “the meaning which an occurance of the word takes on in a particular linguistic context”.
Yang menjadi permasalahan adalah apakah “arti tetap” dan “arti sesaat” disebut sebagai arti tersendiri dan terpisah, sehingga sebuah satuan lingual dapat dikatakan memiliki dua tipe arti. Jika satuan lingual memotong dikatakan memiliki arti, arti manakah yang sesungguhnya merupakan artinya. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan penjelasan Kaplan (1977/1989) tentang satuan lingual indeksikal seperti, misalnya, pronomina ‘saya’ dalam kalimat (10).

(10) Saya seorang guru.

Menggunakan perbedaan antara “arti tetap” dengan “arti sesaat”, secara intuitif penutur bahasa Indonesia mengetahui arti tetap pronomina saya di dalam kalimat (10). Pronomina saya dalam kalimat (10) merupakan salah satu contoh satuan lingual yang sensitif terhadap konteks. Jika tidak diletakkan dalam konteks penggunaannya, isi pronomina saya sebagai “arti sesaatnya” tidak diketahui sama sekali. Siapakah orang yang diacu oleh pronomina saya dalam (10) dapat siapa saja, tetapi yang jelas satuan lingual saya mengacu pada orang pertama yang menuturkannya.
Berdasarkan fenomena itu, Kaplan (1977/1989) mengembangkan sebuah pendekatan terhadap satuan-satuan lingual yang sensitif terhadap konteks. Kaplan membuat sebuah perbedaan antara karakter (character) dengan isi (content) yang dimiliki oleh suatu satuan lingual dan juga perbedaan antara konteks tuturan (context of utterance) dengan lingkungan evaluasi (circumstance of evaluation). Istilah “karakter” mengacu pada ‘sebuah fungsi dari konteks tuturan ke isi’. Inilah yang secara intutif merupakan arti satuan lingual indeksikal yang bersifat tetap dan bebas konteks. Pengertian karakter menurut Kaplan ini menyerupai istilah teoretis “arti tetap” (standing meaning). Sementara itu, “isi” adalah ‘sebuah fungsi dari lingkungan evaluasi ke referen’. Pengertian isi menurut Kaplan ini menyerupai istilah “arti sesaat”.
Menurut penjelasan Kaplan, kalimat (10) belum merupakan sebuah proposisi karena pronomina saya belum bereferen pada siapapun. Dengan kata lain, kalimat (10) pada hakikatnya sebuah ekspresi lingual yang belum memiliki “arti”. Jika ada yang mengatakan bahwa kalimat (10) sudah memiliki “arti” yang dapat dipahami, maka yang dimaksudnya dengan “arti” pasti berupa “arti tetap”, yaitu ‘arti yang belum utuh’. Keadaan akan menjadi berbeda jika kalimat (10) dibuat menjadi (11).

(11)         Gareng berkata kepada Petruk: “Saya seorang guru”.

Di sini pronomina saya diletakkan dalam satu konteks tuturan tertentu dan pronomina tersebut selanjutnya memiliki isi. Isi pronomina saya dalam tuturan (11) adalah ‘Gareng’. Selanjutnya, kalimat (11) yang sudah menunjukkan isinya tersebut akan memiliki nilai kebenarannya[1] (truth value) atau dapat dievaluasi benar salahnya jika diletakkan dalam lingkungan evaluasinya.
Tampak bahwa secara sekilas terdapat kemiripan antara pembedaan “arti tetap” dan “arti sesaat” di satu sisi dengan pembedaan “karakter” dan “isi” di sisi lain. Perbedaan keduanya terletak pada pengoperasi-onalannya. Istilah “arti tetap” dan “arti sesaat” lebih mengacu pada pendeskripsian suatu entitas sedangkan istilah “karakter” dan “isi” lebih pada pendeskripsian suatu fungsi. Yang penting untuk dicermati adalah bahwa semua satuan lingual sekaligus memiliki kandungan seperti “karakter” dan “isi” untuk satuan lingual indeksikal. Meskipun eksplanasi Kaplan tersebut pada awalnya secara khusus berkaitan dengan satuan lingual indeksikal, proposal Kaplan tersebut juga dapat diterapkan pada tataran tuturan sebagaimana diusulkan oleh kalangan semantik literal (selanjutnya ditulis SL) seperti Stern (2000) dan kalangan yang melakukan kajian semantik dalam konteks seperti Leezenberg (2001).
Penjelasan Kaplan tentang karakter dan isi yang dimiliki oleh satuan lingual tersebut dapat disajikan dalam Gambar 4.1.


Gambar 4.1. Hubungan antara Karakter dan
Isi dalam Teori Kaplan

Menurut Kaplan, satuan-satuan lingual yang sensitif konteks seperti satuan lingual indeksikal tidak memiliki “isi” atau “referen” ketika berdiri sendiri. Yang dimiliki oleh satuan lingual tersebut adalah “karakter”. Dalam hal ini, “karakter” dapat disamakan dengan “arti tetap” yang bersifat bebas konteks. Secara intuitif penutur bahasa Indonesia mengetahui karakter pronomina saya, namun tidak mengetahui referennya jika berdiri sendiri. Ketika satuan lingual tersebut diletakkan dalam konteks tuturan, interaksi keduanya menghasilkan “isi” satuan lingual saya. Dalam tuturan (11), interaksi tersebut menunjukkan ‘Gareng’ sebagai “isi” atau “referen” satuan lingual saya.
Teori Kaplan tentang meaning tersebut dapat dikategorikan sebagai pendekatan dua-dimensi (two-dimensional approaches) dalam teori semantik, yaitu pendekatan yang mengakui adanya dua dimensi arti dalam satuan lingual. Konseptualisasi pengertian “arti” menjadi “arti tetap” dan “arti sesaat” juga termasuk pendekatan dua-dimensi arti satuan lingual. Pendekatan dua dimensi arti satuan lingual yang secara konseptual memiliki keserupaan dengan pasangan istilah “karakter/isi” dan “arti tetap/arti sesaat” adalah pasangan istilah “intensi/ekstensi”, istilah “konotasi/denotasi[2]”, dan “sense/referen”. Namun konsep teoretis yang terkandung di dalam pasangan istilah-istilah “intensi/ekstensi”, istilah “konotasi/denotasi”, dan “sense/referen” lebih memiliki kemiripan dengan konsep teoretis istilah “intensi/ekstensi” dari pada istilah “karakter/isi”.
Perbedaannya terletak pada bagaimana Kaplan memasukkan (i) konsep “konteks tuturan” untuk fungsi dari “karakter” ke “isi” dan (ii) konsep teoretis “lingkungan evaluasi” untuk fungsi dari “isi” ke “proposisi”. Konsep teoretis “konteks tuturan” berfungsi mengatasi ambiguitas arti kalimat, sedangkan konsep teoretis “lingkungan evaluasi” berfungsi menjadikan kalimat sebagai sebuah proposisi yang memiliki truth-value (nilai benar tidaknya). Oleh karena itu, konsep teoretis yang terdapat dalam istilah “karakter/isi” dan “konteks tuturan/lingkungan evaluasi” lebih kaya dari pada konsep teoretis dalam istilah “arti tetap/arti sesaat”, istilah “intensi/ekstensi”, dan “konotasi/denotasi”. Hal itu disebabkan karena istilah “isi” mengacu pada referen yang di dalamnya sekaligus mengandung konsep teoretis pada tataran literal truth-condition (benar salah secara literal) dan factual truth-condition (benar salah secara faktual).




[1] Permasalahan nilai kebenaran ini akan dibahas secara rinci pada bagian E dan F.
[2] Pengertian istilah konotasi dalam pasangan istilah konotasi/denotasi tidak mengacu pada pengertian kiasan. Konsep teoretis yang terdapat dalam istilah ini menyerupai konsep teoretis arti tetap dalam pasangan arti tetap/arti sesaat.



Daftar referensi yang digunakan dalam disertasi

Abbott, Barbara. 2010. Reference. Oxford: Oxford University Press.
Akmajian, Adrian; Richard A. Demers; Ann K. Farmer; Robert M. Harnish. 2001. Linguistics:An Introduction to Language and Communication. Edisi ke-5. Cambridge: The MIT Press
Ali Imron Al-Ma’ruf. 2009. “Kajian Stilistika Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Perspektif Kritik Holistik”. Disertasi. Tidak dipublikasikan. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Allott, N. & Textor, M. 2012. “Lexical pragmatic adjustment and ad hoc concepts”. International Review of Pragmatics,Vol. 4 No.2. hal. 185–208.
Almog, Joseph; Perry, John dan Wettstein, Howard (Eds.). 1989. Themes from Kaplan. Oxford: Oxford University Press.
Austin, J. L. 1961/1996. “Performative utterances”. Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. 3rd Edition.  New York: Oxford University Press. Hal. 120 – 129.
__________ 1962. How To Do Things With Words (The Willian James Lectures delivered at Harvard University in 1955). Oxford: ClaredonPress.
Ayer, A. J. 1936/1971. Language, Truth, and Logic. London: Penguin Books.
Ayoob, Emily. 2007. "Black & Davidson on Metaphor," Macalester Journal of Philosophy. Vol. 16: No. 1, hal. 56-64.
Badudu, J. S. dan Zain, Sutan Muhammad. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Barsalou, Laurence. 1983. “Ad hoc categories”. Memory & Cognition, Vol.11 No.3. Hal. 211 – 227.
________________. 2010. “Ad hoc categories”. Dalam P.C. Hogan (ed.). The Cambridge Encyclopedia of the Language Sciences. New York: Cambridge University Press. Hal. 86–87
Bezuidenhout, A. 2001. “Metaphor and what is said: a defense of a direct expression view of metaphor. Dalam P. A. French dan H. K. Wettstein (eds.), Midwest Studies in Philosophy (Vol.25): Figurative Language. Boston: Blackwell. Hal.156–186.
Black, M. 1979/1993. More on Metaphor. Dalam Ortony, A (ed.). Metaphor & Thought . Cambridge: Cambridge University Press.
Blackburn, Simon. 2005. Truth: A Guide for the Perplexed. London: Penguin.
Bloomfield, Leonard. 1933. Language. New York: Henry Holt
Boeckx, Cedric. 2006. Linguistic Minimalism: Origins, Concepts, Methods, and Aims. Oxford: Oxford University Press
Borg, Emma. 2001. “An expedition abroad: metaphor, thought, and reporting”. Dalam P. French dan H Wettstein (eds.). Studies in Philosophy XXV. Oxford: Blackwell. Hal. 227-248
___________  2004. Minimal Semantics. Oxford: Oxford University Press
___________ 2007. “Minimalism versus Contextualism in Semantics”. Dalam Gerhard Preyer dan Georg Peter (eds.). Context-Sensitivity and Semantic Minimalism: New Essays on Semantics and Pragmatics. Oxford: Oxford University Press
Bӧrjesson, Kristin. 2011. “The Notions of Literal and Non-literal Meaning in Semantics and Pragmatics” Disertasi. Der Philologischen Fakultat, der Universitat Leipzig
Bowerman, M. 1976. “Semantic factors in the acquisition of rules for word use and sentence construction”. Dalam Morehead, D dan Morehead, A (Eds.). Directions In Normal and Deficient Language Development. Baltimore: University Park Press.
Brown, Harold I. 2007. Conceptual Systems. London: Routledge
Bühler, Karl. 1934/2011. Theory of Language: The representational function of language. Amsterdam: John Benjamins.
Camp, Elisabeth. 2005. “Josef Stern, Metaphor in Context”. NOUS. Vol. 39, No.4, hal. 715–731
_____________ 2006a. “Contextualism, metaphor, and what is said”. Mind & Language. Vol. 21, No. 3, hal. 280–309.
_____________ 2006b. “Metaphor in the mind: the cognition of metaphor. Philosophy Compass. Vol. 1, No.2, hal. 154–170
Campbell, J. K; O’Rourke, M; dan Shier, D. (eds.) 2002. Meaning and Truth: Investigations in Philosophical Semantics. New York: Seven Bridges Press
Cappelan, Herman dan Lepore, Ernie. 2005. Insensitive Semantics: A Defence of Semantic Minimalism and Speech Act Pluralism. Oxford: Blackwell
Carnap, Rudolf. 1942. Introduction to Semantics. Massachusette: Harvard University Press
______________ 1956. “A methodological character of theoretical concept”. Dalam Feigl, Herbert dan Scriven, Michael (eds.) The Foundations of Science and the Concepts of Psychology and Psychoanalysis. Minneapolis: University of Minnesota
Carston, Robyn. 1997. “Enrichment and Loosening: Complementary Processes in Deriving the Proposition Expressed?”. Dalam  Eckard Rolf (ed.). Pragmatik: Implikaturen und Sprechate. VS Verlag für Sozialwissenschaften, hal. 103- 127.
_____________ 2010a. “Lexical pragmatics, ad hoc concepts and metaphor: from a relevance theory perspective”. Italian Journal of Linguistics. Vol, 22, No. 1, hal. 153 - 180.
_____________ 2010b. “Metaphor: Ad Hoc Concepts, Literal Meaning, and Mental Image”. Proceedings of The Aristotelian Society. Vol. CX, Part. 3, hal. 297- 323.
_____________ 2012. “Metaphor and the literal/nonliteral distinction”. Dalam K Allan dan K.K. Jaszczolt (eds.). The Cambridge Handbook of Pragmatics. Cambridge : Cambridge University Press
Chapman, Siobhan. 2000. Philosophy for Linguists: An Introduction. London: Routledge
________________ 2008. Language and Empiricism: After the Vienna Circle. New York: Palgrave Macmillan
Chi, Michelene T. H. dan Roscoe, Rod D. 2002. “The Process and Challenges of Conceptual Change”. Dalam Limón, Margarita dan Mason, Lucia (eds). Reconsidering Conceptual Change: Issues in Theory and Practice. New York: Kluwer Academic Publisher
Chomsky, Noam. 1957. Syntactic Structures. Paris: Mouton.
______________ 1965. Aspects  of  the Theory of  Syntax. Cambridge: MIT Press
______________ 1995. Minimalist Program. Cambridge: MIT Press
Churchland, P. 1988. Matter and Consciousness. Cambridge: MIT Press/Bradford Books
Clausner, Timothy C. dan Croft, William. 1999. “Domains and image schemas”. Cognitive Linguistics. Vol. 10 No.1. hal. 1 – 31
Cohen, Ted. 2008. Thinking of Other: On the Talent for Metaphor. Princeton: Princeton University Press.
Cohen, L. J. 1979/1993. The Semantics of Metaphor. Dalam Ortony, A (ed.). Metaphor & Thought . Cambridge: Cambridge University Press.
Cook, John W. 1999. Wittgenstein, Empiricism, and Language. Oxford: Oxford University Press.
Cooper, David E. 2003. Meaning. Chesham: Acuman Publishing
Croft, William dan Cruse, Alan D. 2004. Cognitive Linguistics. Cambridge: CUP
Cruse, Alan. 2006. A Glossary of Semantics and Pragmatics. Edinburg: Edinburg University Press
Cummins, Robert. 2002. “Truth and meaning”. Dalam Campbell, J. K; O’Rourke, M; dan Shier, D. (eds.) Meaning and Truth: Investigations in Philosophical Semantics. New York: Seven Bridges Press.
Dafrizal dan Faridah Ibrahim. 2010. “Pembingkaian Metafora dan Isu Terorisme: Satu Interpretasi Konseptual”. CoverAge, Vol. 1, No. 1. hal. 33–45
Davidson, Donal. 1984. Inquiries into Truth and Interpretation. Oxford: Oxford University Press
______________ 1968/1984. “On saying that”. Dalam D. Davidson . Inquiries into Truth and Interpretation. Oxford: Oxford University Press
______________ 2005. Truth and Predication. Cambridge: The Belknap Press of Havard University Press
Davis, Wayne A. 2005. Nondescriptive Meaning and Reference: An Ideational Reference. Oxford: Claredon Press.
Dinneen, Francis P. 1995. General Linguistics. Washington: Georgetown University Press.
Dummett, Michael. 1976/2005. “What is a theory of meaning”. Dalam Evans, Gareth dan McDowell, John. (eds.). Truth and Meaning: Essays in Semantics. Oxford: Clarendon Press. Hal. 67-137.
Edi Subroto, D. 1992. Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: UNS Press
______________ 2011. Pengantar Studi Semantik dan Pragmatik (Buku 1, Pengantar Studi Semantik). Surakarta: Cakrawala Media
Evans, Gareth dan McDowell, John. 1976/2005. “Introduction”. Dalam  Gareth Evans dan John McDowell (eds.). Truth and Meaning: Essays in Semantics. Oxford: Clarendon Press.
Evans, Vyvyan dan Green, Melanie. 2006. Cognitive Linguistics: An Introduction. Edinburgh: Edinburgh University Press
Evans, Vyvyan. 2009. Lexical Concepts, Cognitive Models, and Meaning Construction. Oxford: Oxford University Press
_____________ 2011. “Language and cognition: the view from cognitive linguistics”. Dalam Vivian Cook dan Benedetta Basetti (eds.). Language and Bilingual Cognition. New York: Francis and Taylor. Hal. 69-108
______________ 2013. “Metaphor, lexical concepts and figurative meaning construction”. Cognitive Semiotics. http://www.vyvevans.net/#Papers
Endro Sutrisno. 2007. “Metafora dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA: Studi Kasus di tiga SMA di Surabaya”. Disertasi. Tidak dipublikasikan. Pascasarajana, Universitas Sebelas Maret.
Fillmore, Charles J. 1982. “Frame semantics”. Dalam The Linguistic Society of Korea (ed.). Linguistics in the Morning Calm: Selected Papers from SICOL-1981. Seoul: Hanshin. Hal.111–37
Finke, R.A. 1989. Principles of Mental Imagery. Cambridge: MIT Press
Fetzer, Anita. 2011. “Pragmatics as a linguistic concept”. Dalam Bublitz, Wolfram dan Norrick, Neal R (eds). Foundations of Pragmatics. Berlin: De Gruyter Mouton. Hal. 23 – 50.
Fodor, Jerry. A. 1983. The Modularity of Mind. Cambridge: MIT Press
Fogelin, R. J. 1988. Figuratively Speaking. New Haven: Yale University Press
Forrester, Stefan. 2010. “Theories of metaphor in seventeenth and eighteenth-century British philosophy”. Literature Compas. Vol. 7 No. 8. Hal. 610-625.
Frege, Gottlob. 1914/1979. “Logic in Mathematics” (Terj. P. Long dan R. White). Dalam H. Hermes, F. Kambartel, dan F Kaulbach (eds.). Gottlob Frege. Posthumous Witings. Oxford: Basil Blackwell
____________ 1892/1996. “On sense and nominatum”. Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. 3rd Edition.  New York: Oxford University Press. Hal. 186-198.
Garcia-Carpintero, Manuel. 2006. “Recanati on the semantics/pragmatics distinction”. CRITICA. Vol. 38, No. 112, hal .35-68
Gärdenfors, Peter. 1999. “Some tenets of Cognitive Semantics”. Dalam Allwood, Jens dan Gärdenfors, Peter (eds.). Cognitive Semantics: Meaning and Cognition. Amsterdam: John Benjamin. Hal. 19–36.
Geary, James. 2011. I Is an Other: The Secret Life of Metaphor and How It Shapes the Way We See the World. Ney York: Harper Collins.
Geeraerts, Dirk. 2006. “Introduction: a rough guide to Cognitive Linguistics”. Dalam Geeraerts, Dirk (ed.). Cognitive Linguistics: Basic Readings. Ney York: Mouton de Gruyter. Hal. 1–28
Gibbs, Raymond W. 1996. “Why many concepts are metaphorical”. Cognition, 61. Hal. 309-319. Elsevier.
_________________ 1994. The poetics of Mind: Figurative Thought, Language, and Understanding. Cambridge: Cambridge University Press
_________________ 2004. Intentions in the Experience of Meaning. Cambridge: Cambridge University Press
_________________ (Ed.). 2008. The Cambridge Handbook of Metaphor and Thought. Cambridge: Cambridge University Press.
Gibbs, Raymond W dan Gerard J. Steen (eds.). 1997. Metaphor in Cognitive Linguistics. Amsterdam: John Benjamins.
Gibson, Martha I. 2004. From Naming to Saying. London: Blackwell
Giere, Ronald N. 2000. “Theories”. Dalam Newton-Smith, W. H (ed.) A  Companion  to the Philosophy of  Science. London: Blackwell
Glucksberg, Sam. 2001. Understanding Figurative Language: from Metaphors to Idioms. Oxford: Oxford University Press
Grice, H. P. 1957/1996. “Meaning”. Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. 3rd Edition.  New York: Oxford University Press. Hal. 85 -91.
_________ 1969. “Utterer’s meaning and intention”. The Philosophical Review. Vol. 78, No. 2. Hal. 147-177
_________ 1975/1996. “Logic and conversation”. Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. 3rd Edition.  New York: Oxford University Press. Hal. 156-167.
Goatly, Andrew. 1997. The Language of Metaphors. London: Routledge.
Haack, Susan. 1978. Philosophy of Logics. Cambridge: Cambridge University Press
Haiman, John. 1980. "Dictionaries and encyclopaedias". Lingua, 50. 377-88.
Haley, Michael Cabot. 1980. Concrete Abstraction: The Linguistic Universe of Metaphor. Dalam Ching, Marvin K. L, Haley, Michale C, dan Lunsford, Ronald F. Linguistic Perspective on Literature. London: Roudledge & Kegan Paul..
___________________ 1988. The Semeiosis of Poetic Metaphor. Bloomington: Indiana University Press.
Hanks, Patrick. 2006. “Metaphoricity is gradable”. Dalam Anatol Stefanowitsch dan Stefan Th. Gries (eds.). Corpus-based Approaches to Metaphor and Metonymy. New York: Mouton de Gruyter.
Hayes –Roth, Frederick. 1971. The Stiructure of Concepts. Cambridge: MIT Press
Hempel, Carl G. 1958. “The theoretician’s dilemma: a study in the logic of theory construction”. Dalam Feigl, Herbert; Scriven, Michael; dan Maxwell, Grover. (eds.) Concepts, Theories, and the Mind-Body Problem. Minneapolis: University of Minnesota
Haugh, Michael. 2002. “The intuitive basis of impliature: relevance theoretic implicitness versus Gricean implying”. Pragmatics. Vol. 12, No. 2, hal .117-134 
Hillix, William   A. dan L’Abate,  Luciano. 2012. “The Role of Paradigms in Science and Theory Construction”. Dalam L’Abate,  Luciano (ed.). Paradigms in Theory Construction. New York: Springer
Hiraga, Masako K. 2005. Metaphor and Iconocity: A Cognitive approach to analyzing text. New York: Palgrave Macmillan.
Hodges, Wilfrid. 1998. “Compositionality is not the problem”. Logic and Logical Philosophy. Vol. 6; hal. 7-33
Hurford, James R., Brendan Heasley, dan Michael B. Smith. 1984/2007. Semantics: A coursebook. (Edisi ke-2). Cambridge: Cambridge University Press
Iten, Corrine. 2005. Linguistic Meaning, Truth Conditions, and Relevance: The Case of Concessives. New York: Palgrave Macmillan
Jaccard, James dan Jacoby, Jacob. 2010. Theory Construction and Model-Building Skills: A Practical Guide for Social Scientists. New York: Guidford Press
Jackendoff,  Ray. 1983. Semantics and Cognition. Michigan: MIT Press.
______________ 1989. “What  is a  concept,  that a person may grasp it?” Mind and language. Vol. 4, No. 1, hal. 69-102.
______________ 2002. Foundations of Language: Brain, Meaning, Grammar, Evolution. Oxford: Oxford University Press.
Jakobson, Roman. 1956/1980. “Metalanguage as a linguistic problem” dalam Roman Jakobson, The Framework of Language. Michigan: Michigan Studies in the Humanities.
Johnson, Mark. 2005. “The philosophical significance of image schemas”. Dalam  Beate Hampe (ed.) bekerja sama dengan Joseph E. Grady. From Perception to Meaning:Image Schemas in Cognitive Linguistics. Berlin: Mouton de Gruyter
Kaplan, David. 1975/1996. “Dthat”. Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. 3rd Edition.  New York: Oxford University Press.
____________ 1977/1989. “Demonstratives: an essay on the semantics, logics, metaphysics, and epistemology of demonstratives and other indexicals”. Dalam Joseph Almog, John Perry, dan Howard Wettstein (Eds.). Themes from Kaplan. Oxford: Oxford University Press.
Kadmon, N. 2001. Formal Semantics: Semantics, Pragmatics, Presupposition, and Focus. Oxford: Blackwell.
Katz, Albert N; Cacciari, Cristina; Gibbs, Raymond W; Turner, Mark. 1998. Figurative Language and Thought.  New York: Oxford University Press.
Kearns, Kate. 2000. Semantics.  New York: Palgrave Macmillan.
Khairina Nasution. 2008. “Metafora dalam Bahasa Mandailing: Persepsi Masyarakat Penuturnya”. Linguistik Indonesia, Tahun ke 26, No. 1. Hal. 75–87
Kohtari, 2004. Research Methodology: Methods and Techniques. New Delhi: New Age International.
Kövecses, Zoltán. 2000. Metaphor and Emotion: Language, Culture, and Body in Human Feeling. Cambridge: Cambridge University Press.
______________ 2002. Metaphor: A Practical Introduction (1st Edition). Oxford: Oxford University Press.
______________ 2005. Metaphor in Culture: Universality and Variation. Cambridge: Cambridge University Press.
______________ 2010. Metaphor: A Practical Introduction (2nd Edition). Oxford: Oxford University Press.
Kracht, Markus. 2011. Interpreted Language and Compositionality. New York: Springer.
Lakoff, George dan Mark Johnson. 1980. Metaphors We Live By. Chicago:University of Chicago Press
Lakoff, George. 1991. “Cognitive versus generative linguistics: how commitments influence results”. Language and Communication, Vol. 11, No.1/2. Hal. 53-62
_____________ 1993. “The comtemporary theory of metaphor”. Dalam Andrew Ortony (ed.). Metaphor and Thought (2nd Edition). Cambridge: Cambridge University Press.
Langacker, Ronald W. 1987. Foundations of Cognitive Grammar. Vol. I. Stanford: Standford University Press
__________________ 2000a. Grammar and Conceptualization. Berlin and New York: Mouton de Gruyter.
__________________ 2000b. “Why a mind is necessary: conceptualization, grammar, dan linguistic semantics”. Dalam Liliana Albertazzi (ed.). Meaning and Cognition. Amsterdam: John Benjamins Publishing.
__________________ 2008. Cognitive Grammar: A Basic Introduction. Oxford: Oxford University Press.
__________________ 2009. Investigation in Cognitive Grammar. Berlin and New York: Mouton de Gruyter.
Larkin, Shirley. 2010. Metacognition in Young Children. London: Roudledge
Leech, Geoffrey. 1974/1981. Semantics: The Study of Meaning. Edisi ke-2. Middlesex: Penguin Books
Leezenberg, Michiel. 2001. Contexts of Metaphor. Amsterdam: Elsevier.
Leibniz, Gottfried Wilhelm von. 1765/1981. New Essays on Human Understanding. Terjemahan oleh Peter Remnant dan Jonathan Bennett. Cambridge: Cambridge University Press.
Lubis, Syahron. 2009. “Penerjemahan Teks Mangupa dari Bahasa mandailing ke Bahasa Inggris”. Disertasi. Tidak dipublikasikan. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Lunsford, Ronald F. 1980. Byron’s Spacial Metaphor: A Psycholinguistic Approach. Dalam Ching, Marvin K. L, Haley, Michale C, dan Lunsford, Ronald F. Linguistic Perspective on Literature. London: Roudledge & Kegan Paul.
Lycan, William G. 2000. Philosophy of Language: Contemporary Introduction. London: Routledge.
Lyons, J. 1987. “Semantics.” Dalam J. Lyons (ed.). New Horizons in linguistics.Vol. 2. London: Penguin. Hal. 152-178.
Margolis, Eric and Laurence, Stephen. 2012. "Concepts". Dalam Edward N. Zalta (ed.) The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Fall 2012 Edition)., URL = <http://plato.stanford.edu/archives/fall2012/entries/concepts/>.
Mason, Jennifer. 1996. Qualitative Researching. London: Sage Publication
Mathiessen, C. M. I. M. 2009. “Ideas and new direction” dalam Halliday, M. A. K dan Webster, Jonathan (eds). Continuum Companion to Systemic Functional Linguistics. New York: Continuum
Mathiessen, C. M. I. M; Teruya, Kazihiro; dan Lam, Marvin. 2010. Key Terms in Systemic Functional Linguistics. New York: Continuum
Merriam-Webster Dictionary.http://www.merriam-webster.com/dictionary
Maykut, Pamela dan Morehouse, Richard. 1994. Beginning Qualitative Research: A Philosophic and Practical Guide. London: The Falmer Press.
McDowell, John. 1976/2005. “Truth conditions, bivalence, and verificationism”. Dalam Gareth Evans dan John McDowell (eds.). Truth and Meaning: Essays in Semantics. Oxford: Clarendon Press
McGlone, Matthew S. 2007. “What is the explanatory value of a conceptual metaphor”. Language and Communication, Vol.27, Hal. 109–126.
Mill, John Stuart. 1882/2009. A System of Logic: Ratioconative and Inductive. Edisi ke-8. New York: Harper and Brothers
Morris, Michael. 2007. An Introduction to the Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press
Moss, Helen E; Tyler, Lorraine K; dan Taylor, Kirsten I. 2007. “Conceptual structure”. Dalam M. Gareth Gaskell (ed.) Oxford Handbook of Psycholinguistics. Oxford: Oxford University Press, hal. 217-234
Nerlich, Brigitte dan David D. Clarke. 2001. “Mind, meaning, and metaphor: the philosophy and psychology of metaphor in 19th century Germany”. History of the Human Sciences, Vol.14, No.2, Hal.39–61
Newman, Sara J. 2001. “Aristotle’s definition of rethoric in the Rethoric: the metaphors and their message”. Written Communication, Vol.18, No.1, Hal. 3–25.
Obitko, Marek. 2007. “Translations between Ontologies in Multi-Agent Systems”. Ph.D. dissertation. Faculty of Electrical Engineering, Czech Technical University in Prague.
Ogden, C. K dan Richards, I. A. 1923/1946. The Meaning of Meaning: A Study of the Influence of Language upon Thought and of the Science of Symbolism. Edisi ke-8. New York: A Harvest Book
Panther, Klaus-Uwe dan Radden, Gunter. 2011. “Introduction: reflection on motivation revisited”. Dalam Panther, Klaus-Uwe dan Radden, Gunter  (eds.). Motivation in Grammar and the Lexicon. Amsterdam: John Benjamins Publishing. Hal. 1–26.
Partee, Barbara H. 2004. Compositionality in Formal Semantics: Selected Papers by Barbara H. Partee . Oxford: Blackwell
Patterson, Douglas. 2012. Alfred Tarski: Philosophy of Language and Logic. New York: Palgrave Macmillan
Potts, Christopher. 2005. The Logic of Conventional Implicatures. Oxford: Oxford University Press
Prandi, Michele. 2004. The Building Blocks of Meaning: Ideas for a Philosophical Grammar. Amsterdam: John Benjamins Publishing
Predelli, Stefano. 2001. Contexts: Meaning, Truth, and the Use of Language. Oxford: Claredon Press
Putnam, Hilary. 1975. Mind, Language, and Reality: Philosophical Papers. Vol.2. Cambridge: CUP.
Quine, Willard Van Orman. 1953/1961. From A Logical Point of View. Edisi ke-2. New York: Harper Torchbooks
______________________ 1960. Word and Object. Cambridge: MIT Press
______________________ 1970/1986. Philosophy of Logic. Edisi ke-2. New York: Harper Torchbooks
Rand, Ayn. 1966. Introduction to Objectivist Epistemology. New York: A Meridian Book
Recanati, Francois. 2004. Literal Meaning. Oxford: Oxford University Press.
_______________ 2005. “Literalism and contextualism: some varieties”. Dalam Gerhard Preyer dan Georg Peter (eds.). Contextualism in Philosophy: Knowledge, Meaning, and Truth. Oxford: Clarendon Press
_______________ 2007. Perspectival Thought: A Plea for (Moderate) Relativism. Oxford: Oxford University Press.
_______________ 2010. Truth Conditonal Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.
Riemer, Nick. 2010. Introducing Semantics. Cambridge: Cambridge University Press.
Romero, Esther dan Soria, Belen. 2003. Cognitive Metaphor Theory Revisited. Makalah disajikan pada the II Latin Meeting for Analytic Philosophy in Aix en Provence (13-15 November 2003).
____________________________ 2007a. Metaphors: What is Said or What is Implicated?. Makalah disajikan pada the Riga Conference on Metaphor dan the 15th Annual Meeting of the ESSP di Geneva.
____________________________ 2007b. “A View of Novel Metaphor in the Light of Recanati’s Proposals”. Dalam María José Frápolli (ed.). Saying, Meaning and Referring: Essays on François Recanati's Philosophy of Language. New York: Palgrave Macmillan. (hal. 145-159)
Rohrer, Tim. 2007. “Embodiment and experientialism”. Dalam Dirk Geeraerts dan  Hubert Cuyckens. The Oxford Handbook Of Cognitive Linguistics. Oxford: Oxfor University Press. Hal. 25 – 47.
Rudi Hartono. 2011. “Penerjemahan Idiom dan Gaya Bahasa (Metafora, Kiasan, Personifikasi, Aliterasi) dalam Novel  ‘To Kill a Mockingbird’ Karya Harper Lee dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia (Pendekatan Kritik Holistik)”. Disertasi. Tidak dipublikasikan. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Ruhl, Charles. 1989. On Monosemy: A Study in Linguistic Semantics. NewYork: State University of New York Press.
Russell, Bertrand. 1922/2001. “Introduction” dalam Wittgenstein,  Ludwig Tractatus Logico-Philosophicus. Terjemahan oleh D. F. Pears dan B. F. McGuinness.  London: Roudledge.
Saeed, John I. 2003. Semantics. Edisi ke-2. London: Blackwell.
Sauerland, Uli dan Stateva, Penka. 2007. “Introduction”. Dalam Uli Sauerland dan Penka Stateva (eds.). Presupposition and Implicature in Compositional Semantics.  New York: Palgrave Macmillan
Schartz, Bennett L. dan Perfect, Timothy J. 2004. “Introduction: toward and applied metacognition”. Dalam Perfect, Timothy J. dan Schartz, Bennett L. (eds.). Appled Metacognition. Cambridge: Cambridge University Press.
Schiappa, Edward. 2003. Defining Reality Definitions and the Politics of Meaning. Carbondale: Southern Illinois University Press
Searle, John R. 1978. “Literal meaning”. Erkenntnis. Vol. 13Hal. 207-224
___________ 1975/1996. “Indirect speech act”. Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. (3rd Edition).  New York: Oxford University Press.
___________ 1975/1996. “Indirect speech act”. Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. (3rd Edition).  New York: Oxford University Press.
___________ 1979/1993. “Metaphor”. Dalam Ortony, Andrew (ed.). Metaphor and Thought. 2nd edition. Cambridge: Cambridge University Press.
___________ 2008. Philosophy in A New Century: Selected Essays. Cambridge: Cambridge University Press.
Smith, L. 1986. Behaviorism and Logical Positivism: A Reassessment of Their Alliance. Stanford: Stanford University Press.
Speaks, Jeff. 2011. "Theories of Meaning", The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Summer 2011 Edition), Edward N. Zalta (ed.), URL = <http://plato.stanford.edu/archives/sum2011/entries/meaning/>.
Sperber, Dan dan Wilson, Deirdre. 1995. Relevance: Communication and Cognition. Edisi ke-2. Oxford: Blackwell.
Stern, Josef. 2000. Metaphor in Context. Cambridge: The MIT Press.
__________ 2006. “Metaphor, literal, literalism”. Mind and Language, Vol.21, No.3, Hal.243–279.
__________ 2009. “Metaphor and minimalism”. Philos Stud, Springer, DOI 10.1007/s11098-009-9486-3
Sudaryanto. 1983. Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia: Keselarasan Pola-Urutan. Jakata: Djambatan.
__________ 1993. Metode dan Aneka Teknis Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press
__________ 1990. Aneka Konsep Kedataan Lingual dalam Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press
Talmy, Leonard. 2000. Toward A Cognitive Semantics Volume I: Concept Structuring Systems. Cambridge: MIT Press
Tarski, Alfred. 1944/1986. “The semantic conception of truth and the foundations of semantics”. Dalam Dalam A. P. Martinich (Ed.). The Phyloshophy of Language. 3rd Edition.  New York: Oxford University Press. Hal. 61 – 84.
____________ 1956. Logic, Semantics, Metamathematics: Papers from 1923 to 1938. Terjemahan oleh J. H. Woodger. Oxford: The Claredon Press
Tendahl, Markus. 2009. A Hybrid Theory of Metaphor: Relevance Theory and Cognitive Linguistics. Hampshire:Palgrave Macmillan
Verhaar, J. W. M. 1970. Teori Linguistik dan Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Yayasan Kanisius.
Verhagen, Arie. 2007. “Construal And Perspectivization”. Dalam Dirk Geeraerts dan  Hubert Cuyckens. The Oxford Handbook Of Cognitive Linguistics. Oxford: Oxfor University Press.
Vygotsky, Lev. 1934/1986. Language and Thought. Massachusette: MIT Press
Wahab, Abdul. 1991. Isu Linguistik: Pengajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: Airlangga University Press.
Weiskopf, Daniel A. 2011. “The theory theory of concepts”. Internet Encyclopedia of Philosphy.  http://www.iep.utm.edu/th-th-co/  diakses 14 Mei 2011
Wilson, D. dan Sperber, D. 2000. “Truthfulness and Relevance” UCL Working Papers in Linguistics , Vol. 12,  hal. 215-254.
Wittgenstein,  Ludwig. 1922/2001. Tractatus Logico-Philosophicus. (Dengan Pengantar dari Bertrand Russell). Terjemahan oleh D. F. Pears dan B. F. McGuinness.  London: Roudledge.
____________________ 1953/1986. Philosophical  Investigations (edisi ke-2). Terjemahan oleh G.  E.  M.  Anscombe dari tulisan Wittgenstein 1945-1949. Oxford: Basil Blackwell.
Wijana, I Dewa Putu. 1997. “Slogan sebagai wacana persuasif: Studi kasus wacana kampanye pemilihan BEM dan SM Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1996”. Humaniora. Vol.IV. Hal. 26-31.

Zaimar, Okke Kusuma Sumantri. 2002. “Majas dan pembentukannya”. Makara, Sosial Humaniora. Vol. 6, No. 2, hal. 45–57.

No comments:

Post a Comment